Menko Polhukam Papua Timur Dan Papua Barat Satu Bangsa Indonesia

Menko Polhukam Papua Timur Dan Papua Barat Satu Bangsa Indonesia

“Kalau ada yang menjelaskan Papua serta Papua Barat itu anak tiri Indonesia, itu salah besar,” kata Menko Polhukam Wiranto waktu bersama dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto serta Kapolri Jenderal Tito Karnavian berkunjung ke Kabupaten Sorong, Papua Barat, Kamis (22/8/2019) tempo hari. Menko Polhukam memperingatkan, jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah 7 kali lakukan kunjungan kerja ke Papua dalam satu tahun. Tidak ada propinsi yang sekerap itu Rajapoker didatangi oleh Presiden.

“Tidak ada propinsi yang didatangi presiden satu tahun 7 kali, belum pernah ada. Jawa Tengah juga tidak sekitar itu. Berarti Papua serta Papua Barat equal, sama jadi anak bangsa Indonesia. Saya meyakini itu serta saya dapat tunjukkan itu,” tegas Wiranto. Pemerintah juga, lanjut Wiranto, sudah memberikan dana Rp 100 triliun lebih untuk Papua serta Papua Barat. Diluar itu, pemerintah sudah menunjukkan komitmennya menyamaratakan harga-harga keperluan inti di Papua dengan daerah yang lain.

“Dana pusat yang digelontorkan ke Papua lebih dari Rp 100 triliun. Bahkan juga kita masih ingat Presiden waktu kunjungan meminta jalan antarkota selekasnya dibuat, meminta harga-harga yang membumbung tinggi di Papua harus sama juga dengan di Jawa serta itu dapat dibuktikan bisa dikerjakan,” papar Wiranto.Bukan Mengamati Awalnya waktu berjumpa dengan beberapa tokoh Komunitas Komunikasi Pimpinan Wilayah, tokoh tradisi serta warga di Manokwari, Papua Barat, di hari yang sama, Menko Polhukam Wiranto mengemukakan, jika kunjungannya ke Papua Barat bukan untuk mengamati atau memata-matai.

Baca juga : Bisa-Bisanya Bule Ini Makan Tupai Mentah Di Festival Vegan

“Tujuan kami kemari bukan untuk mengamati, memata-matai, tetapi untuk menyalami khususnya sesudah berlangsung kejadian yang menyesalkan,” tutur Wiranto. Tentang kejadian yang berlangsung di beberapa asrama mahasiswa, terutamanya di Surabaya serta Malang, sebagai penyebab tindakan demonstrasi berekor kekacauan di beberapa wilayah di Papua, Menko Polhukam Wiranto yakini itu sebab tingkah pelaku yang tidak dapat meredam diri.

“Kita meyakini kejadian itu bukan lantaran kita tidak menghargai saudara-saudara kita di Papua serta Papua Barat, atau kita ingin berbuat tidak etis seperti hoax di sosmed (sosial media) yang berlangsung pelecehan bendera, penghinaan saudara-saudara di Papua serta Papua Barat diikuti dengan beberapa aksi membakar. Itu semua bukan lantaran ada beberapa unsur yang disengaja, tetapi sebab terdapatnya oknum-oknum yang tidak dapat meredam diri hingga berlangsung semacam itu,” kata Wiranto.

Menko Polhukam menceritakan sepanjang 3 tahun dianya bersama dengan Kapolri serta Panglima TNI tetap hadapi beberapa orang usil melalui sosmed, sebab tiap hari ada-ada saja yang mengejek atau menghina. Tetapi, Presiden telah mewanti-wanti supaya sabar serta bangun rasa sama-sama maaf maafkan, karenanya adalah modal dalam hadapi hasutan, ejekan, serta cacian.

“Saya suka sekali serta mengucapkan terima kasih jika insiden itu berjalan cepat serta ada kesadaran bersama dengan baik pemda, warga, beberapa tokoh tradisi, tokoh agama, pimpinan-pimpinan pemuda, dan lain-lain, punyai kesadaran jika tak perlu diteruskan beberapa aksi yang malah bikin rugi kita, bikin rugi persatuan kita jadi Data Sgp bangsa, bikin rugi persaudaraan kita jadi bangsa, bahkan juga kerusakan-kerusakan itu sebetulnya benar-benar kita sesali,” sebut Wiranto.

Bekas Panglima ABRI itu menjelaskan jika momen ini adalah satu pelajaran, meskipun sampai ada emosi tersendiri sebab tingkah pelaku, lebih baik dituntaskan dengan musyawarah mufakat, ada jalur-jalur komunikasi yang telah tergelar dalam kehidupan serta skema tidak untuk terpancing emosi serta lakukan hal negatif.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *