Jarak Pandang Hanya terbatas, Ini Langkah Aman Berkendara di Kabut Asap

Jarak Pandang Hanya terbatas, Ini Langkah Aman Berkendara di Kabut Asap

Banyak wilayah di Indonesia diteror kabut asap karena kebakaran rimba serta area (karhutla) . Kabut asap karhutla ini benar-benar mengganggu datahk kegiatan masyarakat yang terserang efek. Bahkan juga, untuk pengendara dapat meneror keselamatan karena jarak pandang hanya terbatas. Sewaktu jarak pandang hanya terbatas, memang seharusnya pengendara tunda perjalanan untuk keselamatan. Tetapi jika harus terpaksa berkendara ditengah-tengah kabut asap, ada sekian banyak teknik aman berkendara kala jarak pandang hanya terbatas, dilansir dari bermacam sumber seperti disarikan embaperuaustria.org, Senin (16/9/2019) .

Yang pertama, perlambat kecepatan kendaraan dari rata-rata. Apabila harus datang di arah dalam kurun waktu spesifik, targetkan waktu perjalanan tambahan dengan pergi lebih dini. Apabila jarak pandang sungguh-sungguh hanya terbatas, buat kendaraan Anda tampak oleh orang di muka serta di belakang. Nyalakan lampu low beam yang bermakna lampu belakang ikut-ikutan menyala. Pakai lampu kabut jika ada pada kendaraan.

Baca juga : Viral Pria Nista BJ Habibie di Sosmed, Polisi Ucap Aktor Masalah Jiwa

Menjaga jarak yang cukup di antara kendaraan Anda dengan kendaraan di muka. Itu dijalankan untuk menghitung pengereman tiba-tiba atau pergantian skema jalan raya. Jauhi melaksanakan rem tiba-tiba. Ingat terdapatnya peluang kendaraan lain yang alami visibilitas rendah. Mengerem tiba-tiba menambah kesempatan kendaraan Anda ditabrak oleh kendaraan lain kala visibilitas rendah, maka dari itu dianjurkan untuk menjauhkan rem tiba-tiba serta jaga jarak yang cukup hanya kendaraan di muka.

Untuk pastikan masih ada di lajur yang benar, turuti garis marka jalan. Tempo hari, Pengajar serta Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu kala terlibat perbincangan dengan detikcom pun memberi teknik sewaktu berkendara ditengah-tengah kabut asap. Katanya, pilih waktu perjalanan dimana beberapa titik asap itu menyusut intensitasnya. ” Umpama asap condong naik di siang hari, karena itu itu pilih perjalanan saat pagi hari, ” sarannya.

Jusri tidak merekomendasikan pengendara ditengah-tengah kabut asap untuk menyalakan lampu hazard. Dikarenakan, pemakaian lampu hazard, kata Jusri, tak kan tembus. Diluar itu, dianjurkan terhadap pengendara mobil untuk membunyikan klakson kendaraan jadi alat komunikasi. Dengan membunyikan klakson, pengendara dapat memberikan isyarat terhadap pemakai jalan lain kalau ada kita disana.

1 thought on “Jarak Pandang Hanya terbatas, Ini Langkah Aman Berkendara di Kabut Asap”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *