Ada yang Ingin Ubah Jabatan Presiden Akan 3 Periode

Jokowi rasakan dijerumuskan sewaktu beberapa orang disekelilingnya ada yang mengembuskan pandangan waktu jabatan presiden akan 3 periode.

Menyikapi bab masukan waktu jabatan Presiden sampai 3 periode, Presiden Jokowi rasakan dikerjai serta dijerumuskan. Pandangan yang nampak ini adalah sisi dari gagasan amandemen UUD 1945.

“Sejak awal udah saya berikan kalau saya produk penentuan langsung. Waktu itu, waktu ada impian amandemen, apa jawaban saya? Buat masalah haluan negara, jangan melebar ke mana-mana, ” kata Jokowi.

Seperti yang didapati awalnya, waktu jabatan presiden sempat gak terbatas (pada masa Orde Baru) , lalu diamandemen cuma 2 periode (masa Reformasi) , kesempatan ini nampak pandangan 3 periode.

Pandangan lain pula nampak dalam penentuan Presiden kembali melalui MPR, seperti yang sempat dikatakan oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) . Menurut Bamsoet, inspirasi itu didapatnya dari masukan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Kenyataannya sesuai itu kan? Presiden di pilih MPR, presiden 3 periode, presiden 1x 8 tahun. Seperti yang saya berikan. Jadi, lebih baik tak usah amandemen (UUD 1945),” lebih Jokowi.

Konsentrasi amandemen UUD 1945 ini menurut Jokowi udah mulai melebar ke mana-mana. Malahan fokusnya nampak seperti melanggengkan kekuasaan yang sekarang digenggamnya. Walaupun demikian Jokowi tak mengatakan lewat cara jelas, siapa faksi yang ditudingnya tengah mencari muka.

“Ada yang ngomong presiden di pilih 3 periode, itu ada 3. Ingin menampar muka saya, ingin mencari muka, meski sebenarnya saya punyai muka. Ke-3 ingin menjerumuskan. Hanya itu, udah saya berikan, ” tambah Jokowi.

Menang Musuh Travel Umrah Rp 9 Miliar, Calon Jemaah Kemukakan Eksekusi

Soal ini bertambah dinyatakan dengan kicauan Jokowi melalui account Twitternya.

Menurut Asrul Sani, Wakil Ketua MPR, menambahkan jabatan presiden masih tentang pandangan saja. Ditambah lagi MPR pula belum lakukan audiensi ke beberapa tokoh orang bab amandemen UUD 1945.

Walaupun demikian, Asrul Sani menyanggah kalau pandangan menambahkan periode jabatan presiden itu berasal darinya.

“Ini bukan saya yang melayangkan. Ini ada yang memberikan begini, jika gak salah dimulai dari anggota DPR dari Fraksi NasDem, ” kata Asrul Sani.

Pandangan ini keluar ke publk dari pengakuan Saan Mustofa, Sekretaris Fraksi Nasdem, pada 26 November 2019. Waktu itu Mustofa menyaksikan jika presiden yang udah baik seharusnya dilanjut. Khususnya jika apa yang diselesaikan udah hebat.

“Jadi semisalnya gini. Jika kita punyai satu orang presiden yang baik, yang hebat, nyata-nyatanya semisalnya programnya poker88 belum tuntas, mendadak waktu jabatannya habis, kan sayang. Sewaktu berubah dapat tukar kebijaksanaan, kesinambungannya kan berhenti, ” kata Mustofa waktu itu.

“Makanya ada pandangan, mengapa kita gak membuka pandangan satu periode berubah menjadi tiga periode? ” kata Mustafa.

Wah, gak sekaligus seumur hidup sekaligus nih? Kan hanya pandangan ini. Jika diprotes, tinggal katakan saja, masih diulas.

2 thoughts on “Ada yang Ingin Ubah Jabatan Presiden Akan 3 Periode”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *